Bukan Nasi, Ternyata Ini Makanan Tertua di Indonesia yang Sudah Ada Sejak Tahun 900 Masehi!

/makanan-tertua-di-indonesia-dan-dunia

Mengungkap Makanan Pertama di Dunia hingga Makanan Tertua di Indonesia

​Sejarah manusia tidak hanya tertulis dalam prasasti batu atau buku-buku usang, tetapi juga tersimpan dalam piring makan kita. Kuliner adalah warisan budaya yang paling hidup, terus berevolusi namun tetap membawa DNA dari masa lalu. Belakangan ini, ketertarikan publik terhadap asal-usul kuliner meningkat pesat. Banyak yang mulai bertanya-tanya: apa makanan tertua di dunia? Bagaimana rupa makanan pertama di dunia yang pernah dibuat tangan manusia? Dan di tanah air kita sendiri, apa sebenarnya makanan tertua di Indonesia yang masih bisa kita santap hingga hari ini?

​Artikel ini akan membawa Anda melakukan perjalanan melintasi waktu, dari masa prasejarah hingga era kerajaan Nusantara, untuk mengungkap rahasia di balik hidangan yang telah bertahan selama ribuan tahun.

​Revolusi Perut: Makanan Pertama di Dunia

​Untuk menjawab pertanyaan tentang makanan pertama di dunia, kita harus kembali ke masa sekitar 14.000 tahun yang lalu, jauh sebelum peradaban Mesir Kuno membangun piramida. Sebelum manusia mengenal pertanian menetap, nenek moyang kita adalah pemburu-pengumpul. Namun, sebuah penemuan di situs arkeologi Shubayqa 1 di Yordania mengubah pemahaman kita.

​Arkeolog menemukan sisa-sisa remah roti pipih (flatbread) yang dibakar. Ini adalah bukti bahwa manusia sudah mengolah biji-bijian liar menjadi tepung, mencampurnya dengan air, dan memanggangnya di atas api jauh sebelum mereka mulai menanam gandum secara teratur. Jadi, makanan pertama di dunia yang melibatkan proses pengolahan kompleks (bukan sekadar memetik buah atau membakar daging) adalah roti pipih purba.

​Proses ini sangat penting karena menunjukkan bahwa sejak masa itu, manusia sudah memiliki keinginan untuk meningkatkan rasa dan tekstur makanan mereka. Mereka tidak lagi hanya makan untuk bertahan hidup, tetapi mulai mengenal seni memasak.

​Rekor Arkeologi: Apa Makanan Tertua di Dunia yang Masih Utuh?

​Jika roti pipih di atas ditemukan dalam bentuk remah karbon, lantas apa makanan tertua di dunia yang ditemukan dalam bentuk yang masih bisa dikenali secara visual?

​Jawabannya membawa kita ke wilayah Lajia, Tiongkok. Di sana, para arkeolog menemukan sebuah mangkuk terbalik yang terkubur di bawah lapisan sedimen sedalam tiga meter akibat banjir besar dan gempa bumi sekitar 4.000 tahun yang lalu. Saat mangkuk itu diangkat, ditemukan mie berwarna kuning tipis dengan panjang sekitar 50 cm. Ini adalah mie tertua yang pernah ditemukan, dibuat dari jawawut (millet), bukan gandum. Penemuan ini mematahkan perdebatan panjang mengenai siapa penemu mie pertama kali—Tiongkok, Italia, atau Arab.

​Selain mie, kategori apa makanan tertua di dunia juga sering merujuk pada produk fermentasi. Mentega yang ditemukan di rawa-rawa Irlandia (bog butter) yang berusia 2.000 tahun, atau sisa-sisa keju di makam Mesir Kuno berusia 3.200 tahun, menjadi saksi bahwa manusia telah lama memanfaatkan bioteknologi sederhana untuk mengawetkan makanan.

​Warisan Nusantara: Menelusuri Makanan Tertua di Indonesia

​Beralih ke konteks lokal, Indonesia memiliki catatan sejarah kuliner yang sangat kaya namun sering kali terlupakan. Untuk menentukan makanan tertua di Indonesia, kita tidak bisa hanya mengandalkan ingatan lisan, melainkan harus merujuk pada data epigrafis seperti prasasti dan naskah kuno.

1. Pecel: Salad Purba dari Jawa

​Banyak yang terkejut mengetahui bahwa pecel adalah salah satu kandidat kuat makanan tertua di Indonesia. Nama "Pecel" atau Vichal sudah tercatat dalam Prasasti Jeru-Jeru yang berasal dari tahun 930 Masehi (Zaman Mataram Kuno). Dalam prasasti tersebut, pecel dideskripsikan sebagai sayuran yang direbus dan disajikan. Meskipun sambal kacang yang kita kenal sekarang mungkin baru populer setelah bangsa Portugis membawa kacang tanah ke Nusantara pada abad ke-16, konsep "sayuran dengan bumbu siram" sudah ada sejak lebih dari seribu tahun lalu.

​2. Rawon: Sup Hitam Sejak Era Majapahit

Rawon, hidangan sup daging berwarna hitam pekat, diyakini sudah ada sejak zaman kerajaan di Jawa Timur. Bahan utamanya, kluwek, adalah tanaman asli Indonesia yang membutuhkan pemrosesan khusus agar racun sianidanya hilang. Penggunaan kluwek dalam masakan sudah dikenal dalam naskah-naskah kuno sebagai Rarawann. Keberadaan rawon menunjukkan tingkat kecerdasan kuliner leluhur kita dalam mengolah bahan alam yang berbahaya menjadi sajian yang sangat nikmat. 

​3. Tape dan Tuak: Produk Fermentasi Awal

​Minuman dan makanan fermentasi seperti tape dan tuak juga merupakan bagian dari daftar makanan tertua di Indonesia. Dalam berbagai prasasti penetapan tanah perdikan (sima), sajian minuman fermentasi sering disebutkan sebagai bagian dari jamuan resmi para pejabat kerajaan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara sudah menguasai teknik fermentasi sejak abad ke-8.

​Mengapa Mengetahui Sejarah Makanan Itu Penting?

​Mempelajari makanan pertama di dunia hingga apa makanan tertua di dunia membantu kita memahami bagaimana migrasi manusia terjadi dan bagaimana iklim memengaruhi pola makan. Di Indonesia, menjaga kelestarian makanan tertua di Indonesia adalah bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.

​Leluhur kita menciptakan makanan bukan hanya berdasarkan rasa, tetapi juga ketersediaan bahan di alam dan manfaat kesehatan. Sebagai contoh, pecel yang kaya serat dan rawon yang menggunakan rempah pengawet alami adalah bukti bahwa nenek moyang kita sudah menerapkan pola makan sehat jauh sebelum istilah "superfood" populer.

​Kesimpulan

​Perjalanan dari makanan pertama di dunia berupa roti pipih sederhana di Yordania, hingga penemuan mie berusia 4.000 tahun di Tiongkok, menunjukkan betapa panjang sejarah peradaban manusia yang tersaji di atas meja makan. Di Indonesia sendiri, menyantap sepiring pecel atau semangkuk rawon sebenarnya adalah cara kita melakukan "wisata sejarah" secara langsung.

​Makanan tertua di Indonesia membuktikan bahwa identitas bangsa kita tidak hanya dibangun dari bangunan candi yang megah, tetapi juga dari bumbu-bumbu dapur yang diwariskan secara turun-temurun. Mari kita terus menjaga dan mencintai kuliner Nusantara, karena di setiap suapannya, ada cerita ribuan tahun yang patut kita banggakan.

Posting Komentar untuk "Bukan Nasi, Ternyata Ini Makanan Tertua di Indonesia yang Sudah Ada Sejak Tahun 900 Masehi!"